Perkembangan Fitness Center di Indonesia

June 30, 2012 • Posted by RumahFitnes.com in News • Tags: , , , , ,  

Pages: 1 2







Jika Anda jeli memperhatikan, dalam beberapa tahun terakhir ini muncul fenomena menarik dalam dunia kebugaran di Indonesia. Di kota-kota besar, mulai banyak bermunculan beragam fitness center, dari yang menawarkan konsep konservatif hingga suasana bak dugem.

Memang, sih, perkembangan fitness center di negara kita tidak sepesat di Amerika, misalnya, yang di setiap sudut kotanya menawarkan gym. Meski demikian, kini berolahraga di fitness center tengah menjadi trend di masyarakat Indonesia. Ibaratnya, menenteng tas besar berisi perlengkapan olahraga sudah segaya menjinjing tas tangan mode terbaru. Namun sebenarnya, apa sih yang membuat orang berlomba-lomba menjadi member suatu gym? Ingin punya tubuh bugar atau sekedar gaya-gayaan?

Sepuluh tahun yang lalu, berbicara mengenai fitness center berarti berbicara mengenai sesuatu yang hanya terjangkau oleh sebagian golongan masyarakat saja, tepatnya golongan ekonomi kelas atas. Seperti dikatakan Etty Budhi Hani S., Reebok Global Master Trainer, pada era tersebut fitness center identik dengan kemewahan. Sebagian besar lokasinya berada di hotel bintang lima, hal yang menguatkan citra kemewahan itu. “Apalagi pada masa tersebut, bertandang suatu hotel sudah mencirikan ekslusivitas,” kata wanita yang sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia kebugaran.

Sekedar ilustrasi, untuk dapat bergabung dengan suatu fitness center, calon anggota dikenakan sejumlah biaya mulai dari joining FEE, annual fee, hingga monthly fee. Jumlahnya bervariasi di setiap fitness center. Namun, umumnya mencapai angka jutaan rupiah. Dengan kondisi seperti itu, alhasil hanya mereka yang berkocek tebal lah yang mampu berolahraga di fitness center. Biasanya, yang masuk ini golongan ini adalah mereka yang sudah berusia matang (rata-rata 40an tahun ke atas) dan mapan.

Entah berkaitan atau tidak, target pasar kaum dewasa mapan yang dibidik oleh fitness center pada masa tersebut tampaknya bterpengaruh pada atmosfer fitness center itu. Menyesuaikan dengan kemapanan para anggotanya, umumnya fitness center didesain konservatif. Tidak ada live music membahana yang mengiringi member selama berlatih, kecuali bila berada di kelas. Lampu-lampu penunjang cukup dipilih yang berwarna putih, tanpa ada efek permainan cahaya apapun.

Baca selanjutnya bagaimana perkembangan fitness centre berikutnya?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Perkembangan Fitness Center di Indonesia
2 votes, 5.00 avg. rating (98% score)

Kirim Komentar:

 
Connect With Us:
 
© RumahFitnes.Com 2015 All rights reserved. About | Contact us | Term of Use | Sitemap